Tuesday, June 7, 2016

Panduan Mengecek Tekanan Angin Ban Mobil


Dengan memeriksa tekanan angin secara rutin, ban mobil anda akan relatif lebih awet. Selain itu, pengemudi serta penumpang juga dapat merasa lebih aman dan nyaman selama berkendara.Ah, tentu saja. Mana nyaman kalau kita menaiki mobil yang bannya agak-agak kempes, bahkan kempes?

Apalagi kadang kala hal sepele justru bisa membuat anda mendapatkan musibah besar. tidak teliti dan malas mendapatkan musibah besar. tidak teliti dan malas mengontrol sesuatu yang detail menjadi salah satu penyebab terjadinya kecelakaan. Misalnya saja soal mengecek tekanan angin pada ban yang hanya membutuhkan waktu kurang dari 5 menit. Meskipun tampaknya sepele dan sepertinya bisa ditunda, ada resiko tertentu terhadap keselamatan anda dan keluarga saat berkendara bilamana hal "sederhana" ini tidak dilakukan.

Panduan Mengecek Tekanan Angin Ban Mobil

Pengecekan tekanan angin ban juga perlu karena bisa menghindari ban pecah saat melaju dengan kecepatan tinggi. karena bila salah satu ban tekanan anginnya berbeda dengan ban lainnya alias komposisinya tidak sesuai, bisa membuat ban pecah. Oh ya angin di dalam ban mobil saat ini sebagian besar berisi air. kenapa bisa terisi air? darimana datangnya air tersebut?

Begini. Jasa pengisian angin yang berada di pinggir jalan rata-rata di dalam kompresornya terisi air. Jadi, saat angin disalurkan melalui selang ada cipratan air yang masuk ke dalam ban. Alhasil ketika mobil anda terparkir atau berjalan dibawah terik matahari, air tersebut bisa menguap. akibatnya tekanan angin pun ikut berkurang.

Oleh sebab itu, tidak mengherankan bila banyak produsen ban dan dealer mobil ketika menjual mobilnya menyarankan pemiliknya rutin mengecek tekanan angin. karena tekanan angin yang sesuai dengan standar, misalnya 30-32 Psi, bisa meminimalkan hal-hal buruk tersebut.

Namun, rusaknya ban ternyata tidak hanya akibat kurangnya tekanan angin. Bisa saja ban rusak karena balancing dan spooring yang tidak benar. Jalanan di Indonesia, khususnya di Jakarta, tidak menjamin spooring dan balancing mobil tetap stabil. Malah sebaliknya, bisa cepat berubah.

Ketika balancing dan spooring yang mulai berubah tidak segera diperbaiki, maka umur ban bisa menjadi lebih pendek. Maka dari itu setiap dealer dan bengkel mobil ada baiknya mengingatkan pemilik mobil untuk mengecek spooring dan balancing pada saat mobil sudah menempuh jarak sebanyak 20.000 - 25.000 km. Nah, bila bengkel langganan anda tidak rutin mengingatkan anda dan pelanggan lainnya soal ini, sebaiknya anda yang proaktif menanyakannya. untuk berjaga-jaga, apa salahnya?

Harga pengisian angin nitrogen jauh lebih mahal, tapi daya tahan tekanannya lebih berumur panjang. Meskipun begitu, pengecekan tekanan ban tetap harus rutin dilakukan. Pengisian angin nitrogen pada ban mobil bisa lebih lama satu minggu rentang ketahannya bila dibandingkan dengan pengisian angin biasa. menggunakan angin nitrogen juga diklaim bisa membuat ban lebih panjang dengan syarat diisi secara konsisten.



No comments:

Post a Comment