Misalnya, Pertamax, Bio Pertamax, Pertamax Plus, Shell Super 92, Shell Super Extre 95, Petronas Primax 92, Petronas Primax 95, Total Performance 92, dan Total Performance 95. Bagi pengguna kendaraan bermotor yang paham mesin, hal ini begitu tidak masalah dan bisa menentukan pilihan bakar jenis mana yang sesuai dengan spesifikasi mesin kendaraanya.
Tapi bagi masyarakat awam, pekerjaaan ini belum tentu mudah, dan sepertinya kebanyakan pengguna kendaraan bermotor di tanah air termasuk tipe awam atau bahkan tak tahu soal jenis BBM dan mesin. Mereka sering kali beranggapan bahwa mesin kendaraanya bisa minum BBM Jenis apapun. Padahal, mesin yang minum BBM yang tak sesuai akan berakibat buruk (Misalnya suka ngadat, rewel). Sementara jika gejala ini berkepanjangan maka mesin bakal jebol.
Tapi tak perlu khawatir jika anda termasuk di antara mereka yang awam soal jenis bahan BBM dan spesifikasi mesin. Ada cara mudah dan cepat untuk memahami secara akurat tentang jenis BBM apa yang cocok dengan mesin kendaraan anda. Berikut ini caranya :
- Silahkan baca buku manual yang anda peroleh dari dealer tempat dulu membeli kendaraan. Buku manual ini berisi berbagai hal tentang kendaraan yang anda beli. Disitu dijelaskan pula jenis mesin kendaraan, termasuk berapa rasio kompresi mesinnya.
- Ada mesin yang rasio kompresinya 7:1, 8:1, 9:1, 10:1, 11:1, 12 :1. Jika anda mendapati bahwa rasio kompresi mesin anda adalah 7:1, misalnya, maka mesin kendaraan anda masih sanggup mengkonsumsi BBM jenis premium yang angka oktannya (research octane number, RON) 88.
Tapi jika rasio kompresi mesin anda 8:1, 9:1, 10:1, 11:1, 12 :1. Maka ia tak lagi .layak menggunakan premium. Mesin dengan kompresi tinggi harus pula menggunakan BBM yang memiliki angkat oktan tinggi pula. Untuk keperluan itu, ada cukup pilihan di SPBU. mulai dari Pertamax, Bio Pertamax, Pertamax Plus, Shell Super 92, Shell Super Extre 95, Petronas Primax 92, Petronas Primax 95.
Daftar kesesuaian RON dan kompresi Mesin
- Pertamax Plus (RON 95) untuk mesin berkompresi antara 10:1 hingga 11:1
- Pertamax (RON 92) untuk mesin berkompresi antara 9:1 hingga 10:1
- Premium (RON 88) untuk mesin berkompresi antara 7:1 hingga 9:1
Bensin adalah bahan bakar yang digunakan pada mesin dengan pengapian busi. Sifat-sifat yang dimiliki bensin adalah :
- Mudah menguap pada temprature normal
- Tidak berwarna, tembus pandan dan berbau
- Mempunyai titik nyala rendah
- mempunyai berat jenis rendah
- Dapat melarutkan oli dan karet
- Menghasilkan jumlah panas yang besar (9,500 -10,000 Kcal/kg)
- Sedikit meninggalkan carbon setelah dibakar
Syarat-syarat Bensin
Kualitas berikut ini diperlukan oleh bensin untuk memberikan kerja mesin yang maksimal
- Mudah terbakar
- Mudah menguap
- Tidak beroksidasi dan bersifat pembersih
Nilai Oktan (Octan Number) atau tingkatan dari bahan bakar adalah mengukur bahan bakar bensin terhadap anti knock characteristic. Bensin dengan nilai oktan tinggi akan tahan terhadap knocking dibanding dengan nilai oktan rendah.
Ada dua cara yang digunakan untuk mengukur nilai oktan : Reserch Method dan Motor Method. Yang paling umum digunakan adalah Research Method dan spesifikasi nilai oktannya dengan metode ini ditetapkan dengan istilah "RON". Nilai oktan adalah perbandingan antara Iso Octane dengan Normal Heptane.
Bahan bakar diesel, juga disebut light oil atau solar. Adalah suatu campuran yang telah didistilasi setelah bensin dan minyak tanah dari minyak mentah pada temperature 200C sampai 340C. Solar mempunyai sifat utama sebagai berikut :
- Berwarna sedikit kekuning-kuningan atau berbau
- Encer dan tidak menguap pada temprature normal
- Mempunyai titik nyala tinggi
- terbakar sendiri pada suhu 350C
- mempunyai berat jenis 0,82-0,86
- menimbulkan panas yang besar
- mempunyai kandungan sulfur yang lebih besar
Nilai Cetane (Cetane Number) atau tingkatan dari bahan bakar solar adalah salah satu cara untuk mengontrol bahan bakar solar dalam kemampuan untuk mencegah terjadinya knocking. Solar dengan nilai cetane tinggi akan tahap terhadap knocking dibanding dengan nilai cetane rendah. Nilai cetane adalah perbandingan antara normal cetane dengan a (alpha) methyl naptalene.
Berikut ini adalah Panduan Penghematan Bahan Bakar Mobil :
- Hindari kecepatan tinggi
Jika mengendarai semakin cepat, pengerem aerodinamis juga semakin meningkat secara otomatis. Menempuh 62 mph (100 km/jam) dibandingkan 75mph (120 km/jam) bisa mengurangi konsumsi bahan bakar sebesar 15%.
- Jangan mengerem mendadak
Dengan menggunakan kecepatan yang rendah dan mengerem secara stabil, penghematan bahan bakar bisa meningkat sebanyak 20%.
- Usahakan Ban Terpompa dengan benar
Usahakan tekanan udara ban sesuai dengan direkomendasikan perusahaan kendaraan. Ban yang terpompa dibawah 2 Psi meningkatkan konsumsi bahan bakar minyak sampai 1%.
- Gunakan AC dengan hemat
Ketika AC hidup hal ini akan menyebabkan beban ekstra pada mesin yang membuat bahan bakar semakin terpakai (sekitar 20%). Posisi defrost di hampir semua kendaraan juga menggunakan AC.
- Usahakan jendela tetap terkunci
Jendela yang terbuka, terutama pada kecepatan yang tinggi, akan meningkatkan tarikan dan menyebabkan penurunan penghematan bahan bakar kendaraan sampai 10%.
- Servis Kendaraan secara teratur
Pemeliharaan yang tepat akan menghindarkan penghematan bahan bakar yang buruk yang berhubungan dengan penyaring udara yang kotor, busi yang tua, atau kurangnya tingkat cairan.
- Gunakan kontrol perjalanan
Menjaga kecepatan yang konstan selama perjalanan jauh akan menghemat bensin
- Hindari muatan yang berat
Pindahkan barang-barang yang berat dari bagasi dan mengepaklah yang ringan untuk perjalanan panjang/jauh.
- Hindari kendaraan diam dalam waktu yang lama
Apabila berhenti lebih dari satu menit, matikan mobil. Menghidupkan kembali mobil menggunakan bahan bakar minyak yang lebih sedikit daripada hanya mendiamkan mobil begitu saja dalam keadaan hidup.
- Belilah kendaraan yang hemat bahan bakar
Ketika membeli kendaran yang baru, periksa tingkat perhematan bahan bakar kendaraan. Biasanya memilih kendaraan dengan transmisi manual akan sangat menghemat penggunaan bahan bakar.

No comments:
Post a Comment