Wednesday, June 8, 2016

Panduan Menyetir Mobil Matic dan Manual


Bagian-Bagian yang harus dikenali

  • Pedal Kopling : terletak dibawah pedal kaki paling kiri
  • Pedal Rem : terletak pada pedal tengah
  • Pedal Gas : terletak pada pedal paling kanan
  • Rem Tangan (Parking Brake) : terletak di sebelah kiri kursi pengemudi, terletak di antara kursi pengemudi dan penumpang depan
  • Gigi atau persneling : terletak didepan rem tangan
  • Gigi Netral : adalah tuas transmisi yang berada ditengah-tengah (mobil tidak akan berjalan meskipun pedal gas diinjak)
  • Gigi Satu : dari posisi netral dorong tuas persneling ke posisi gigi paling kiri lalu dorong ke depan
  • Gigi Dua : dari posisi netral dorong tuas transmisi ke kiri lalu tarik ke belakang, jika dari posisi gigi satu tarik ke belakang
  • Gigi Tiga : dari posisi gigi netral dorong ke atas
  • Gigi Empat : dari gigi netral tarik ke bawah (posisinya berlawanan dengan gigi 3)
  • Gigi Lima : dari posisi netral dorong kanan kemudian dorong lagi ke depan
  • Gigi Enam/Mundur (R) : dari netral dorong ke kanan kemudian tarik ke belakang
Posisi kaki kiri selalu berada di kopling, sedangkan kaki kanan berada di gas dan rem. Jika ingin memindahkan gigi, injak pedal kopling kemudian tarik tuas persneling ke tengah, tahan 1 detik di posisi normal, kemudian arahkan gigi ke posisi yang diinginkan.

Panduan Menyetir Mobil Matic dan Manual


Cara Mengemudi Mobil Manual

  • Posisikan tubuh pada tempat duduk senyaman mungkin
  • Aktifkan rem tangan
  • Posisi tangan kanan berada pada lingkar kemudi jam 9 dan tangan kiri pada posisi jam 3
  • Nyalakan mesin dengan memutar kunci kontak searah jarum jam (ke kanan) lalu tahan sebentar 1-2 detik
  • Tekan pedal kopling dengan menggunakan kaki kiri (tekan yang dalam)
  • Masukkan ke gigi satu
  • Kaki kanan siap siap di pedal gas
  • Lepaskan atau realese-kan rem tangan
  • Lepaskan pedal kopling pelan-pelan, setelah 3/4 tekan pedal gas dengan pelan dan rasakan tarikan mesin yang pelan, usahakan jiwa anda menyatu dengan mobil
  • Konsentrasi pada kondisi jalan, pandangan ke jalan, tidak melihat kaki atau tangan
  • Jalankan mobil

Cara Mengemudi Mobil Matic

Mobil matic ini memiliki perbedaan pada sistem transmisi saja dengan mobil manual. Paling tidak, anda harus mengetahui fungsi-fungsi dasar gigi atau persneling pada mobil matic. Pada mobil dengan transmisi matic, terdapat 4 macam tuas kopling, antara lain :

N - D- D2 - L - P- R

Keterangan :

N : Merupakan gigi netral, pada posisi ini mobil tidak maju maupun mundur meskipun pedal gas di injak
D : Merupakan posisi gigi yang digunakan untuk maju pada jalan yang cenderung mendatar
L : Digunakan untuk medan yang sangat berat (tanjakan atau turunan curam)
P : Digunakan untuk parkir (bisa juga saat macet)
R : Digunakan untuk mundur

Berikut adalah cara belajar nyetir (mengemudi) Mobil Matic

  • Anda bisa menginjak rem terlebih dahulu untuk menyalakan mobil, pastikan tuas transmisi biasanya sebelum dinyalakan berada pada P (parkir)
  • Setelah mesin menyala, anda bisa memindahkan posisi gigi ke D jika ingin maju dan ke R jika ingin mundur
  • Jika tuas sudah berpindah misalnya ke D, lepaskan rem secara perlahan dan setelah rem lepas, injak pedal gas
  • Anda juga bisa memindahkan posisi tuas transmisi ke D2 saat akan melewati tanjakan yang cukup panjang, jika pecinta otomotif berjalan pada medan yang sangat berat (pada mobil manual gigi 1) pecinta otomotif bisa memakai tuas transmisi L.
  • Tuas transmisi P digunakan untuk parkir sehingga jika mobil menggunakan mode ini maka tidak bisa tergelincir maju maupun mundur, untuk memindahkan gigi ke posisi lain dari P perlu menekan tombol pin pengunci (dituas) atau menginjak rem dengan dalam.

    Misalnya pengemudi ingin memindahkan dari posisi P ke posisi N sebelum berjalan maka pengemudi harus menginjak pedal rem dengan dalam atau menekan pengunci pada tuas (tergantung mobil)
  • Jika pengemudi ingin memundurkan mobil maka bisa menggunakan persneling R (tuas tranmisi R) dengan cara memberhentikan mobil terlebih dahulu menggunakan rem, lalu memindahkan tuas transmisi ke posisi R (mundur) yang mana jika mobil tidak benar-benar berhenti maka pengemudi tidak akan bisa memindahkan ke posisi R ini, setelah itu pengemudi bisa menekan pedal gas untuk mundur.
  • Posisi N digunakan pada saat berhenti sejenak seperti di lampu merah (akan tetapi, gunakan rem)
Mengemudi mobil  matic memang lebih mudah daripada mobil manual karena konsentrasi kita hanya pada gas, rem dan lingkar kemudi. Jarang pengendara mobil matic mengubah posisi tuas tranmisi jika tidak benar-benar diperlukan seperti mundur atau parkir.

Menguasai teknik menyetir mobil dan menjaga perilaku berkendara niscaya dapat menghindarkan pengemudi dari resiko mencelakai orang lain. Lantas, bagaimana agar setiap pengemudi aman sejak menstarter mobilnya? Praktikkan saja Panduan dan Tips berikut ini :

  • Sebelum naik ke mobil, lakukan senam-senam kecil. Pastikan tubuh dalam kondisi fit.
  • Setelah itu, jangan langsung masuk mobil. Berputarlah mengelilingi mobil. Cek kondisi mobil. Lihat ban mobil, apakah ada yang kempes atau bocor, Lalu buka kap mobil seminggu sekali untuk mengecek elemen penunjang kinerja mesin
  • Masuklah ke mobil, atur jarak duduk dengan setir. Lalu, pasang sabuk pengaman dengan benar. Lanjutkan dengan menyalakan mesin mobil. Jangan langsung dijalankan mobilnya, namun tunggu beberapa saat agar mesin mobil panas.
  • Atur kecepatan mobil sekitar 40 kilometer per jam. selain itu, atur pula jarak mobil anda dengan mobil didepan, sisakan ruang sebanyak dua mobil.
  • Lemparkan pandangan sejauh mata memandang. Gunakan jam terbang untuk menafsirkan arah gerak kendaraan lain berikut kecepatannya.
  • Gunakan kaca spion untuk melihat ke belakang, tengah, ke kiri, serta ke kanan. minimal, lihat kaca spion setiap delapan detik. kaca spion jangan dipakai berkaca saja.
  • Saat mengemudi, hindari penggunaan sepatu berhak tinggi. Juga jangan lepas dan menaruh sepatu didekat rem. Sepatu itu bukan tak mungkin akan menyangkut di rem.

Panduan Menyetir Mobil Hemat BBM


Harga bahan bakar minyak (BBM) yang mahal membuat pengemudi mobil harus mengetahui teknik-teknik menyetir mobil hemat BBM, ada beberapa tips bagaimana cara menyetir mobil yang hemat BBM.

Pertama, pengemudi harus memindahkan transmisi secepat mungkin. Pindahkan gigi sebelum jarum RPM mencapai angka 2.500 untuk kendaraan berbahan bakar bensin. dan angka 2.000 pada kendaraan berbahan bakar diesel.

Beban kerja yang berat pada mesin akan menyebabkan pemborosan lantaran pengemudi tidak dapat menyesuaikan penggunaan transmisi yang tepat. Jika memungkinkan, pada kondisi jalan tol gunakan fitur cruise control yang membantu kecepatan kendaraan secara konstan.

Keuntungan menerapkan kecepatan secara konstan adalah meningkatkan efisiensi BBM, Menekan emisi gas buang dan memperpanjang umur komponen. Untuk mendapatkan kecepatan secara konstan, pengemudi harus mengantisipasi kondisi  lalu lintas di muka. Saat melakukan perlambatan (kecepatan) lakukanlah dengan halus, bertahap, dengan gigi transmisi tetap masuk (tidak netral).

Terakhir, matikan mesin walaupun hanya sebentar ketika berhenti di palang pintu perlintasan KA, lampu merah,atau menunggu seseorang di minimarket. Ketika mencoba menghidupkan, jangan tekan pedal gas.

Panduan Tips Mengemudi di Jalan Toll


  • Menjaga jarak adalah sangat penting, terutama saat mendadak ada kendaraan melaju di depan. kita bisa melakukan pengereman pada jarak minimal. Misalnya pada kecepatan 100 km/jam kita harus mengambil jarak minimal 50 m.
  • Saat hendak membelok, beri tanda dengan lampu sign kemudian lihat spion tengah baru spion samping kiri atau kanan
  • Menyusul mobil harus dari kanan jalan. Perlu diingat, bahu jalan digunakan hanya oleh ambulans atau mobil rescue, keadaan darurat (saat ban pecah misalnya)
  • Bila ban pecah, menepilah ke kiri. Untuk mengganti ban mobil sebelah kanan, parkir separuh badan mobil disebelah kanan, dengan posisi parkir separuh badan mobil di rumput dan setengahnya lagi di aspal.
  • Bila mengganti ban kiri, maka semua badan mobil berada di rumput dan ban kanan persis batas aspal.
  • Jika mobil berhenti di tengah jalan karena keadaan darurat, jangan lupa pasang segitiga pengaman berjarak 10m dan nyalakan lampu hazard.
  • Bila ban pecah saat mobil berada di jalur kanan, tepikan mobil ke rumput disebelah kanan. Tinggalkan mobil disana sementara penumpang harus keluar dari mobil dan menunggu menyeberang ke bahu kiri.
  • Jika  terpaksa mobil diperbaiki di jalan, penumpang harus keluar dari mobil dan menunggu di rumput. Hal ini untuk mengantisipasi kendaraan lain yang terpaksa membuang mobil ke jalur luar.
  • Perhatikan garis yang ada di jalan. Bila terdapat garis kuning panjang tidak terputus, berarti jalan terdiri dari dua arah. Jangan melewati garis itu untuk melewati kendaraan. Setelah menemukan garis putih dan terputus-putus maka kita boleh menyusul kendaraan.



No comments:

Post a Comment