Thursday, June 9, 2016

Jadwal Penggantian OLI Mobil


Minyak pelumas pada mobil jika kurang mendapat perhatian dampaknya bisa berpengaruh pada kinerja mesin yang menurun, juga akan menyebabkan mobil lebih boros bahan bakar. Oleh karena itu, sebaiknya lakukan perawatan ganti oli sesuai dengan prosedurnya. Tidak usah iseng menunda-nunda.

Baru menebus mobil baru? boleh saja, tapi perlu diingat jangan sampai anda melupakan pergantian oli mesin. jarak tempuh yang jauh selama pulang dan pergi beraktifitas akan mempengaruhi tingkat kekentalan pelumas mesin. Hal ini dikarenakan minyak pelumas terus bekerja dalam melumasi bagian dalam mesin yang bergesekan.

Selain itu, juga berperan dalam mendinginkan mesin pada saat panas, untuk itu sebaiknya lakukan penggantian oli pada 1.000 km pertama bila mesin ingin tetap awet. Umumnya, pelumas mesin yang digunakan tiap pabrikan berbeda. Saat penggantian pertama kali pilih pelumas mineral berkadar SAE 10W-30 (mesin bensin). 

Sedangkan SAE 15W-40 atau 10W-30 untuk (mesin diesel). Tahap selanjutnya pemakaian lebih dari 5.000 km dapat menggunakan jenis semi synthetic atau full synthetic. Lalu, pelumas gardan alias girboks, pilihannya bisa yang memiliki kadar SAE 80W-90 / 85W-90/90 dengan API GL-5 atau pelumas Gardan LSD Comply (bagi mobil 4x4) atau lihat spesifikasi yang disarankan pada buku manual kendaraan.

Pelumas transmisi terbagi menjadi beberapa tipe, manual, otomatis slip lock, otomatis konvensional, dam model CVT.


  •  Slip-Controlled Lock-Up
Mobil yang menganut transmisi otomatis tipe slip-controlled lock-up umumnya menggunakan jenis Automatic Transmission Fluid (ATF) sesuai spesifikasi dari pabrik. Jadi, tidak bisa main asal pakai minyak pelumas transmisi biasa. Mobil yang didukung dengan transmisi tersebut memiliki perpindahan gigi yang halus. Untuk produk mobil dari TOYOTA biasanya pakai tipe pelumas jenis T-IV atau T-WS, Mitsubishi, Diamond SPIII, Nissan dengan ATF-D, Honda dengan standard Z-1, dan sebagainya.

  • Transmisi Otomatis tipe konvensional
Kedua, tipe transmisi tipe otomatis tipe konvensional, jika mobil transmisi manual atau yang biasa, bekerja dengan cara menginjak kopling memindahkan gigi lalu kembali menginjak gas. Maka pada transmisi otomatis jenis ini tidak menggunakan kopling. Si pengendara hanya perlu menginjak gas (seperti kalau naik boom-boom car).

Dalam kecepatan tertentu gigi akan berpindah dengan sendirinya dan kendaraan pun akan  terus melaju semakin cepat sesuai dengan injakan gas si pengemudi. Mobil jenis ini biasanya mengaplikasikan minyak pelumas jenis ATF kelas ekonomi. Namun, jika anda menginginkan kinerja transmisi yang lebih baik, maka di 10.000 km bisa diganti dengan ATF berstandar Dextron III yang berkualitas.

  • Transmisi Otomatis CVT
Terakhir, untuk mobil yang mengaplikasi transmisi CVT penggunaan minyak pelumasnya tidak sama dengan tipe konvensional. Sistem transmisi CVT ini membuat setiap peningkatan akselerasi dan penurunan kecepatan menjadi tidak terasa. Getaran ataupun tenaga yang terbuang karena adanya delay time yang biasanya pada mobil bertransmisi otomatik juga nyaris tidak terasa.

Teknologi ini membuat sistem transmisinya tak berisik, tak ada sentakan, pengoperasiannya mudah dan bisa menyesuaikan dengan karakter pengemudi. Juga membuat pemakaian bahan bakar lebih efisien, mempunyai ketahanan dan kehandalan lebih baik daripada transmisi biasa. 

Untuk penggantian transmisi otomatis CVT sesuaikan dengan buku manual CVT. Tapi, untuk mobil yang sering membawa beban atau dikemudikan pada kecepatan tinggi, interval penggantian pelumas CVT sebaiknya dipercepat.

  • Deteksi Kondisi Mesin
Oh ya, ada juga beberapa trik atau cara yang bisa dilakukan untuk mengetahui kondisi mesin mobil anda. Pertama, bisa dilakukan dengan cara memperhatikan kekentalan warna oli. Dan yang kedua, dapat dilakukan melalui pengetesan pada silinder mesin anda dengan menggunakan alat cylinder leakage tester ( alat uji prosentase tingkat kelaikan mesin)

Namun untuk cara yang kedua tadi, harus dilakukan pada bengkel yang memiliki perangkat tester silinder. Biasanya jasa pengecekan silinder untuk semua jenis mobil bensin tersebut diluar jasa perbaikan. Jadi, biayanya pun khusus, di luar biaya perbaikan.

Jika diketahui ada salah satu silinder yang bermasalah, biasanya orang bengkel (mekaniknya) akan menyarankan mobil anda untuk diberikan service. Haruskah? Iya, sebab jika tidak, performa mesin jadi pincang.

Jadwal Penggantian OLI Mobil

Warna -Warni Oli berikut penjelasannya :

  • Coklat agak kekuningan
Ini terjadi pada kendaraan usai menempuh perjalanan dengan jarak tempuh yang kurang lebih berkisar antara 1.000 - 2.000 km. Jarak tempuh sejauh itu memang akan membuat warna oli menjadi coklat kekuningan. Jika yang terlihat adalah warna tersebut masih dapat dikatakan normal.

  • Hitam

Warna oli berubah menjadi hitam bisa disebabkan oleh dua hal :
Pertama, akibat kendaraan anda telah menempuh perjalanan dengan jarak tempuh lebih jauh.

Kedua, karena terjadi kerusakan pada mesin anda, jika itu terjadi, disarankan untuk segera mengecekkan mesin mobil ke ahlinya.

  • Putih Pekat
Oli berubah menjadi warna putih susu jika tercampur dengan air. Hal ini bisa jadi karena kondisi mesin anda yang sudah kurang baik. Maka ada baiknya segera periksakan ke bengkel terdekat dan terpercaya untuk melakukan pengecekan. Jangan sungkan untuk memperbaiki sedikit saja kerusakan karna ini bisa memperkecil jumlah kocek yang harus anda keluarkan daripada membiarkan kerusakan kecil berlarut-larut.

Oli mesin kendaraan anda seharusnya diganti tiap tiga bulan sekali atau sekitar 3.000 km atau 5.000 km, tergantung pemakaian dan jenis kendaraan anda. Mengganti oli berarti mengeluarkan oli lama dan menggantinya dengan oli baru.

Penggantian oli ini harus dilakukan untuk menghindari kerusakan mesin yang lebih besar nantinya, yang tentu saja akan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih banyak. Mengganti oli pelumas dapat dilakukan di bengkel langganan anda, namun jika mau, anda bahkan dapat menggantinya sendiri dirumah.





No comments:

Post a Comment